freedom★☀

freedom★☀
freedom★☀

Sabtu, 08 Oktober 2016

LDR

Hai kali ini aku review bentar pikiranku mumpung Malang lagi sendu-sendunya, alias hujan terus hehehehe. Nggak tau kenapa hujan bawaannya kangen aja ngebayangin kumpul sama orang-orang tersayang ;)

Beberapa waktu yang lalu aku sempet deket sm cowok (definitely he is my boyfriend ya guys wkwk). Aku pingin cerita ke diriku sendiri aja sih ini sebenernya tentang apa yang terjadi di hampir 2 tahun kurang 3 bulan 4 hari yang lalu (gila ya untung nggak sampe jam-jamnya aku hitung haha). 

 LDR (Long Distance Relationship) is TRUST and DREAMS, its means both of them build a trust and lots of dreams together. But , waitttt...Thats such a fool thing i can tell u guys, why? because he is not ur husband yet :). 

Indeed, suatu hubungan butuh kepercayaan. Tapi, inget aja kalo kita menggantungkan harapan ke manusia kita bakal jatuh kapan aja dan sakit banget (bangetan). Apalagi ketika kita banyak denger ya kalo cowok yang dipegang itu omongannya, terus kalo cowok udah dikecewain kepercayaannya dia bakal susah buat mau sama orang itu lagi yang beda sama cewek (hahaha telen aja deh omongan-omongan itu). 
Tapi yah apapun yang terjadi sama perempuan yang merasa hatinya disakitin dan ngerasa sakit banget sama kelakuan orang yang disayang, ya memang itu kodratnya perempuan calon ibu yang hatinya rentan banget dimana cuma bisa disembuhin pake nangis, wajar aja dan pasti cepet sembuh

trust on Allah, Allah work in different ways.

Tapi, kenapa perempuan di kasih keadaan yang seperti itu? jawabannya ya cuma satu, karena mereka itu kuat, udah. Mereka bisa ngelaluin hal tersebut even harus pake perasaan dulu baru seiring berjalannya waktu logikanya baru bisa jalan ehehe. 

Respon pasti beda kalau hal tersebut dirasain sama cowok ya, cuma mereka sok kuat aja dan menggampangkan hal tersebut (sedih banget). Jalan pikirannya cowok sama cewek itu beda guys, mereka logika dulu yang main baru perasaan muncul di akhir-akhir *seperti itulah*

Habis ngomong panjang lebar, kalo aku ditanya nyesel pacaran LDR? yah honestly penyesalanku hanya pada aku salah menaruh kepercayaan dengan orang baru ya. Kenapa orang baru, ya karena i never know who he really are before we decided to make a relationship. Lebih dari itu, sejauh 2 tahun kurang 3 bulan 4 hari berjalan aku sangat mencintai dan menyayangi kehidupan dan keperibadiannya  terkecuali keputusan atau tindakan egoisnya ya hal itulah yang bikin aku menerima keputusannya untuk kita jalan sendiri-sendiri dulu (dulu(?)) (lupakan, karena akupun juga nggak mau mengingat kata-kata apapun pada hari itu)
Aku pun pasti juga membangun kepercayaan dan mimpi-mimpi besar dan banyak ya (maklum aja kita terkendala komunikasi dan pertemuan jadi cuma bisa ngehayal dan berharap) tapi menurutku itu salah satu cahaya harapan dari hubungan jarak jauh (dan memang hanya itu) (ceileee cahaya harapan, cahaya illahi juga ujung-ujungnya hahaha)

Yang bisa lakuin saat ini adalah cuma memperbaiki diri aja semoga Allah memberikan yang sesuai di masa depan bagi hambanya, bismillah :) 

Time flies so fast, u will forget and learn every worst moment in your life.

Disini aku banyak ngeledek dan ketawa ya, kenapa ya?, ya nggak kenapa-kenapa sih lucu aja ya pingin ngetawain diri sendiri.
"Sakit nduk?" udah telen aja sakitnya, harga dirimu dan keluargamu lebih penting dari segalanya. At least you did everything with your totality and your best effort before, you deserve better. God hug you tightly now, cia you ;)

Kamis, 06 Oktober 2016

why i am better writing

hai, assalamualaikum :)

Udah lama nggak nulis, dan sekarang kenapa aku nulis?

Umurku yang sudah masuk di kepala 2 ini  menuntut aku untuk lebih dewasa dengan pengalaman bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda, bertemu banyak masalah dan kejadian-kejadian yang macam-macam juga, terlebih aku udah dan pasti akan merantau ke beberapa tempat lagi.

I am a hard thinker and a little hard speaker

Aku sadar, sometimes kedua hal tersebut bisa kurang berguna. 
First, contohnya ketika aku banyak bicara dan cerita tentang sesuatu, terkadang feedback yang didapat nggak sesuai sama yang aku harapin. Apalagi, ketika aku lagi cerita tentang kegalauanku. Yang aku takutkan adalah either feedback nggak sesuai, bisa-bisa mereka bosen, bahkan bisa aku juga yang bosen. hahaha jawaban memang terkadang kembali lagi ke diri masing-masing :)
And the second is, hard thinker. Ketika sesuatu nggak memungkinkan untuk diceritakan atau nggak mungkin terus-terusan dibicarakan, dan di kompromikan, hal yang bisa aku lakuin adalah mikir sendiri dan cari solusi yang terbaik untuk keluar dari masalah itu. Tapi, yang harus dipahami adalah penyakit berawal dari pikiran. Anyway think big get big, but banyak hal yang nggak seharusnya dipikir pun aku fikir, hal itulah yang kadang bisa bikin aku depressed sendiri haha. Its little bit difficult to be rejected, hmm.........

Dari sini kadang aku kasian juga liat orang-orang sekitarku yang pemikir berat, aku paham seberapa kesiksa itu. Dari situ sebisa mungkin aku mengurangi beban mereka dan menyayangi mereka. But in the other side, if i may be honest, keadaan otakku pun sama seperti mereka tapi gatau kenapa kalau beban mereka berkurang aku juga ngerasa ringan, meski bentar.........*entahlah*

Dari sini juga, daripada aku selalu ngomong sama diriku sendiri untuk nyari jalan keluar dari setiap masalah, aku nyoba untuk nulis. Dan itu tanpa disadari bikin beban pikiranku sedikit lebih ringan. So, kedepannya pun mungkin aku lebih sering ngepost pengalamanku, dan pemikiranku. Meski, pada periode tertentu aku pasti bakal ngehapus postingan pemikiranku yang galau-galau dan sudah expired (menurutku) hehehehe, proses pendewasaan diri :))